Kegiatan


PERLIBATAN CIVITAS ACADEMICA DALAM PENCEGAHAN TERORISME

Medan, Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) mengadakan Kegiatan Dialog perlibatan Civitas Academica di Universitas Sumatera Utara melalui Forum Koordinasi Pencegahan (FKPT) Sumatera Utara. Acara ini dilaksanakan Selasa, 13 Oktober 2020 di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang dihadiri oleh beberapa narasumber Nasional yaitu Bapak Irjen Pol (Purn.) Ir. Hamli, M.E. , Bapak Khairul Ghazali serta Bapak Prof. Dr. Syahrin Harahap M.A

Menurut Bapak Prof Dr. Syahrin M.A,Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan suatu masyarakat  karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius. Pemikiran, formula, dan teori yang diproduk perguruan tinggi akan menjadi acuan dan rujukan bagi masyarakat dalam berpikir, bertindak, dan berperilaku, serta dalam menyikapi berbagai problem yang dihadapinya.

Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa perguruan tinggi bisa menjadi tempat yang dapat bersentuhan dengan Radikalisme. Hal ini didukung oleh, “sebagian akademisi yang menjadi tenaga pengajar di perguruan tinggi Islam di Indonesia, termasuk di UIN Sumatera Utara adalah alumnus berbagai pendidikan tinggi di dunia Arab. Keragaman corak teologis dan pemikiran guru-guru mereka di dunia Arab ternyata sangat mempengaruhi keilmuan, wawasan, dan corak berpikir mereka tentang Islam. Sedangkan dunia Arab menjadi salah satu wilayah kebangkitan revivalisme Islam yang sering memahami ajaran-ajaran dan teks-teks Islam secara rigid dan literalis” tutur Prof dr syahrin Harahap M.A

Khairul Ghazali sependapat dengan Prof.Dr Syahrin serta menegaskan “ ada beberapa sumber inspirasi dan rujukan di kalangan jaringan yaitu

1. Al Jihad Sabiluna (Syeikh Abdul Baqi)

2.Kitabul Jihad (Syeikh Ibnul Mubarak)

3.Fi At-Tarbiyah al-Jihadiyah wal-Bina’ (Syeikh Abdullah Azzam)

4.Da’watu Al-Muqowamah Al-Islamiyah Al-’Alamiyah (Syeikh Abu Mus’ab As-Suri).

Selain beberapa sumber inspirasi diatas, Khairul Ghazali juga menambahkan ada beberapa karakteristik seorang terorisme yaitu Intoleran, Fanatik, Ekslusif, Ghuluw dan juga beliau mengatakan juga ada beberapa tahapan-tahapan Indoktrinasi diantaranya, Rekrutmen, Halaqah, Bai’at, Amaliyat Jihad serta bentuk-bentuk Amaliyat Jihad diantaranya, Fai, Ightiyalat dan Istisyadiah.